AL-WAHHÂBIYYAH

Al-Wahhabiyyah, sebutan yang dialamatkan kepada pengikut Muhammad bin Abdil Wahhab (w. 1206 H). Kelompok yang mengaku bermanhaj As-Salaf Ash-Shalih[1] Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, menyeru kepada pemurnian Tauhid dan memberantas apa yang mereka sebut syirik dan bid’ah[2].

Sekilas Tentang Muhammad bin Abdil Wahhab dan Kemunculan Wahabiyyah

Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang mujtahid dari madzhab Hambali[3] yang dilahirkan dan dibesarkan di ‘Uyainah – Najed (saat itu wilayah Hijaz berada di bawah kendali Syarif Mekah dalam naungan Khilafah Turki ‘Utsmani). Dia berasal dari keluarga terpandang, kakeknya Sulaiman bin Ali (w. 1079 H) adalah seorang mufti di Najd, ayahnya Abdul Wahhab bin Sulaiman (w. 1153 H) adalah mufti sekaligus qadhi di Najd, dan saudaranya Sulaiman bin Abdil Wahhab (w. 1210 H) adalah ‘ulama besar di masanya.

Baca lebih lanjut

Asy-Syî’ah

A. Pengertian Syî’ah Secara Umum

Syî’ah: asalnya adalah mereka yang mendukung Ali bin Abi Thalib ra, kemudian menjadi kelompok tersendiri diantara kelompok-kelompok kaum muslimin, dengan keyakinan bahwa khilafah adalah hak Ali bin Abi Thalib ra dan para keturunannya, kemudian mereka terbagi menjadi banyak kelompok dimana setiap kelompok memiliki paham-paham yang khas, yang dengannya mereka berbeda dari paham Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah.[1]

Baca lebih lanjut

Hukum Syara’ Seputar MLM

Pengantar

Multilevel marketing secara harfiah adalah pemasaran yang dilakukan melalui banyak level atau tingkatan, yang biasanya dikenal dengan istilah up line (tingkat atas) dan down line (tingkat bawah). Up line dan down line umumnya mencerminkan hubungan pada dua level yang berbeda atas dan bawah, maka seseorang disebut up line jika mempunyai down line, baik satu maupun lebih. Bisnis yang menggunakan multilevel marketing ini memang digerakkan dengan jaringan, yang terdiri dari up line dan down line. Meski masing-masing perusahaan dan pebisnisnya menyebut dengan istilah yang berbeda-beda. Demikian juga dengan bentuk jaringannya, antara satu perusahaan dengan yang lain, mempunyai aturan dan mekanisme yang berbeda; ada yang vertikal, dan horisontal. Misalnya, Gold Quest dari satu orang disebut TCO (tracking centre owner), untuk mendapatkan bonus dari perusahaan, dia harus mempunyai jaringan; 5 orang di sebelah kanan, dan 5 orang di sebelah kiri, sehingga baru disebut satu level. Kemudian disambung dengan level-level berikutnya hingga sampai pada titik level tertentu ke bawah yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Masing-masing level tersebut kemudian mendapatkan bonus (komisi) sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh perusahaan yang bersangkutan. Meski perusahaan ini tidak menyebut dengan istilah multilevel marketing, namun diakui atau tidak, sejatinya praktek yang digunakan adalah praktek multilevel marketing. Baca lebih lanjut

Hadd Sariqah (Pencurian)

. Sariqah (pencurian) adalah mengambil harta orang lain dengan sembunyi-sembunyi dari tempat yg semestinya. pengambilan harta selain pada definisi sariqoh di atas tidak terkategorikan sariqoh, misal mengambil uang yg berserakan di jalanan umum, mengambil jam tangan atau dompet yg tertinggal olh pemiliknya di kamar mandi umum atau tempat wudhu, mengambil harta secara paksa pada pemiliknya/ merampok, menjambret, memeras, korupsi, semua itu tidak memenuhi kriteria sariqoh yg kemudian pelakunya tidak dijatuhi hadd sariqoh betapapun harta yg diambilnya mencapai nishabnya. Baca lebih lanjut

had qodzaf dan peminum khomr

8512554_94caa8d980hukuman bagi penuduh zina baik laki maupun perempuan hukumannya adalah cambuk sebanyak 80 kali cambukan. kecuali jika:

1. ada bayyinah (persaksian empat saksi)

2. ada iqror (pengakuan) dari pelaku

3. li’an jika terjadi antara suami-istri.

organic_beerkhomr adalah setiap yang memabukkan jika banyak. sedikit-banyaknya haram. had minum khomr adalah minimal cambukan sebanyak 40 kali, kholifah atau qodhi boleh menambahkan hingga 80 kali.

bayyinahnya: iqroor dan dua saksi.

landasan syara’nya: had qodzf & minum khomr

hadd liwath

T_af9ba058-c9ad-4b55-ade8-a6d38423c684liwath adalah menggauli pria dari anusnya atau dengan istilah lain: sodomi. dalam Islam perbuatan tersebut hukumnya haram dan terlaknat. liwath berbeda dengan zina sehingga hukumnya menurut syara’ juga berbeda. sebagian ulama’ memang ada yang menganggap sama perbuatan liwath dengan zina dengan cara pengqiasan sehingga hukumannya sama 100%, namun pendapat tersebut lemah karena qiyas harus memiliki ‘illat syar’iyyah. sedangkan haramnya zina tidak memiliki ‘illat sehingga hukumnya tidak bisa diterapkan dalam kasus liwath. Baca lebih lanjut

al-huduud, hukuman perzinahan

Al-huduud adalah al-‘uquubah al-muqoddaroh syar’an (hukuman yang sudah ditentukan oleh syara’)

hanya ada dalam enam hal: (1) hukuman zina dan liwath,  (2) hukuman minum khamr (setiap yang menghilangkan akal), (3) hukuman sariqoh (pencurian), (4) hukuman qodzf (tuduhan zina tanpa bayyinah/bukti), (5) hukuman riddah (keluar dari Islam), dan (6) hukuman hirobah (pemberontakan termasuk di dalamnya perampokan).

1. Hukuman Zina

hasil zina hehe

hukuman zina adalah: (a) seratus kali cambukan bagi ghayr muhshon/muhshonah, dan

(b) rajam sampai mati bagi muhshon/muhshonah. al-ihshon adalah : kondisi sudah menikah dan sudah berhubungan suami-istri. Sang imam/khalifah boleh menambahkan: (a) pengasingan selama satu tahun bagi pezina ghayru muhshon, dan (b) cambuk seratus kali bagi yang muhshon (dilakukan sebelum hukuman rajam). Baca lebih lanjut