hadd liwath

T_af9ba058-c9ad-4b55-ade8-a6d38423c684liwath adalah menggauli pria dari anusnya atau dengan istilah lain: sodomi. dalam Islam perbuatan tersebut hukumnya haram dan terlaknat. liwath berbeda dengan zina sehingga hukumnya menurut syara’ juga berbeda. sebagian ulama’ memang ada yang menganggap sama perbuatan liwath dengan zina dengan cara pengqiasan sehingga hukumannya sama 100%, namun pendapat tersebut lemah karena qiyas harus memiliki ‘illat syar’iyyah. sedangkan haramnya zina tidak memiliki ‘illat sehingga hukumnya tidak bisa diterapkan dalam kasus liwath.

T_0dc60397-f118-49f8-8e5d-72197ea634f5pembuktian hadd liwath hanya melalui dua cara: (1) pengakuan pelaku, dan (2) adanya dua saksi yang adil. pelakunya dikenakan hukuman mati, bisa dengan hukuman gantung, rajam, dibakar, dijatuhkan dari tempat yg tinggi dll.

Adapun mencampuri istri dari anus bukanlah termasuk liwath, meskipun ada riwayat yg menyatakan bahwa itu adalah liwath shughra (liwath kecil). lafadz shugra (untuk mu.annats) dan ashghar (untuk mudzakkar) juga dijumpai dalam nash-nash syara’ lainnya, misal syirik kecil untuk riya’ dan pembunuhan kecil untuk ‘azl (mengeluarkan sperma di luar kemaluan istri), semoga maksud dari istilah “liwath kecil” adalah kesamaan dalam hal kerasnya larangan bukan pada kesamaan dalam hadd (hukuman syari’i di dunia). artinya sama haram hukumnya namun tidak sama dihukum mati sebagaimana liwath sebenarnya.

landasan hukumnya bisa di-download di: hadd liwath.doc (silahkan diklik sambil baca bismillah…).

Iklan

2 thoughts on “hadd liwath

  1. bettul tu..
    hukum harus ditegakkan.
    jangan biarkan kaum perusak seperti itu, exist di bumi kita ini…
    ayok amar makruf nahi munkar

    elwatsiq:
    harus, terus berjuang lumpuhkan demokrasi dan menyadarkan umat akan syari’at, itu kuncinya

  2. bagaimana kalo homo yang mo sadar dan mo bertobat? haruskah dia di hukum seperti pelaku liwath lainnya atokah cukup sholat taubat saja?

    jawab:
    hukuman mati bagi pelaku liwath harus dilaksanakan secara resmi oleh pemerintah, maka sebenarnya wajib bagi pemerintah untuk menerapkan hukum Islam bagi umat Islam. hukuman tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial/sendiri-sendiri. maka yang bisa dilakukan: 1) taubat dengan sebenar-benar taubat, 2) perbanyak amal saleh, semoga dngn itu bisa melebur dosa, sebagaimana dalam surat Huud 114, dan 3) bersama kaum muslimin lainnya yang peduli dengan penerapan syari’at islam, ikut berjuang. semoga Allah melihat kesungguhan taubatnya.. amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s