biarkan tak berjudul (!)
Maret 21, 2008
Oleh: elwatsiq bil Haqq
Semula aku kira hidup ini laksana berjalan lepas di atas lantai,
berloncatan dari satu ubin kenikmatan ke ubin kenikmatan yang lain,
sejenak ku merenung, ternyata bukan…
Kaki ini tidak boleh begitu saja melangkah,
Dia harus melangkah serius,
Sebagaimana suatu saat juga akan terhenti serius!,
Aduhai andaikan aku tahu sejak awal…
Tapi tak mengapa…
Matahari masih nongol dari timur…
Nafasku masih di dada…
Ubin yang kuinjak tak selamanya harus nikmat,
Aku harus tahu, untuk melangkah ke mana “kaki” ini dicipta…( ? )
Malang, 19/03/2008
Entry Filed under: goresan mata pena jiwa. .
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

1.
sahabat88 | April 7, 2008 at 2:00 am
sama melangkah sepertinya lebih terjaga ya mas.
2.
NoyZi | April 20, 2008 at 9:59 am
Kepada para pejuang Khilafah
Jangan Gentar
Jangan Gemetar
Jangan Menggelepar
Tetaplah Tegar
Allah Kekuatan kita
Allah Pelindung kita
Allah Penjaga kita
3.
muhammad hasuri | Desember 27, 2008 at 4:57 am
Sungguh Stanza yang indah, jika telah lama Aku mengetahui bahwa hidup bukan sekedar hidup, sudah dari dlu aku berjuang.
ha ha…!!!
Tetap Istiqomah akhi
Do’aku selalu untuk para Pewaris Rasulullah